




Main Control Valve atau sering disebut Directional Control Valve (DCV) berfungsi sebagai otak distribusi dan pengendali utama sistem hidrolik. Komponen ini bertugas mengatur arah aliran, volume debit, serta tekanan oli hidrolik yang disuplai oleh pompa utama (main pump) agar dapat menggerakkan seluruh aktuator (attachment dan penggerak) sesuai dengan perintah operator melalui tuas kontrol.
Tujuan utama dari remanufacturing (manufaktur ulang) control valve pada alat berat adalah mengembalikan performa dan masa pakai komponen hidrolik yang rusak atau aus agar kembali setara dengan kondisi baru (like-new condition) namun dengan biaya yang jauh lebih efisien dibandingkan dengan membeli baru.
Proses remanufacturing berbeda dengan servis atau reparasi biasa karena komponen dibongkar total, diukur secara presisi, diperbaiki menggunakan standar pabrik (seperti Selektif plating/electroplating pada rumah spool dan spool yang aus atau mengalami kerusakan), diganti seal-nya, dan diuji performanya dengan menggunakan hydrolik test bench sebelum siap digunakan kembali.




Fungsi utama main pump (pompa hidrolik utama) pada alat berat adalah mengubah energi mekanik dari putaran mesin (engine) menjadi energi hidrolik berupa aliran (flow) dan tekanan oli tinggi untuk menggerakkan seluruh sistem kerja alat berat.
Ibarat sebuah tubuh, jika tangki hidrolik adalah paru-parunya, maka main pump berfungsi sebagai jantung dari seluruh sistem alat berat. Komponen inilah yang memompa oli hidrolik ke seluruh sirkuit agar unit memiliki tenaga untuk bergerak.
Tujuan utama dari proses remanufacturing (manufaktur ulang) pada komponen main pump alat berat adalah mengembalikan kondisi, performa, dan usia pakai (lifetime) pompa yang sudah aus agar menjadi sama seperti komponen baru (zero-hour condition) sesuai dengan standar spesifikasi pabrikan asli (OEM).
Proses ini bukan sekadar perbaikan (repair) biasa atau servis di lapangan.
Remanufacturing melibatkan pembongkaran total, pembersihan, inspeksi menyeluruh, penggantian komponen internal yang aus dengan suku cadang baru, permesinan presisi, hingga pengujian performa di bangku tes (test bench).
You will find the latest information about our company here. You will find...
PT. Multi Prima Internusa tidak melakukan manufaktur komponen hidrolik dari bahan baku mentah (seperti peleburan bijih besi), melainkan menjalankan proses remanufacturing (rekonstruksi/pembuatan ulang) komponen utama alat berat seperti pompa hidrolik (main pump), motor hidrolik, control valve Transmission & Power Modul dan Engine agar kembali memiliki performa setara produk baru.
Alur proses remanufacturing komponen hidrolik meliputi tahapan berikut:
1. Penerimaan & Pre-Inspection (Inspeksi Awal)
2. Disassembly (Pembongkaran)
Komponen hidrolik dibongkar total (teardown) satu persatu hingga ke bagian terkecil (seperti piston, rotary barrel, swash plate, case pump, valve, seal, dan bearing).
3. Cleaning (Pembersihan)
Seluruh bagian komponen dibersihkan dari sisa oli lama, kerak, lumpur, dan partikel logam mikroskopis menggunakan mesin pembersih khusus bertekanan/kimia agar permukaan logam terlihat jelas.
4. Inspection & Measurement (Pemeriksaan & Pengukuran Presisi)
Pengukuran Dimensi:
Menggunakan alat ukur presisi (dial bore gauge, micrometer) untuk memeriksa keausan (wear) pada komponen bergerak.
Pengujian Keretakan (Crack Detection):
Menggunakan alat khusus seperti crack detector atau ultrasonic flaw detector untuk mendeteksi keretakan tak kasat mata pada bodi atau komponen internal.
Evaluasi Perbaikan:
Menentukan apakah komponen tertentu masih bisa direparasi (misalnya melalui proses lapping, line boring, atau Selective Plating seperti pelapisan ulang permukaan case pump) atau harus diganti baru (replacement).
5. Machining & Surface Restoration (Pemesinan & Restorasi Permukaan)
Komponen yang mengalami keausan ringan hingga sedang diperbaiki menggunakan mesin bubut, grinding, atau metal electroplating agar kembali ke toleransi standar pabrikan.
Komponen consumable (seperti seal, o-ring, gasket, spring, washer, dan bearing) secara otomatis diganti baru.
6. Reassembly (Perakitan Ulang)
Komponen dirakit kembali di dalam clean room atau ruang steril khusus dengan standar kebersihan tinggi agar tidak ada debu atau kotoran yang masuk ke sistem hidrolik presisi tinggi. Proses perakitan mengikuti standar teknis (Shop Manual)sesuai dengan Shop manual dan parts catalog.
7. Testing & Performance Evaluation (Pengujian Kinerja)
Komponen hidrolik yang telah dirakit diuji menggunakan test bench hidrolik khusus yang mensimulasikan kondisi kerja sebenarnya (tekanan, aliran/flow, temperatur, dan potensi kebocoran internal).
Komponen hanya dinyatakan lulus jika performanya 100% setara dengan standar produk baru (as-new performance).
8. Painting & Final Packaging (Pengecatan & Pengemasan)
Unit komponen dicat ulang sesuai standar, diberi label dan dikemas dengan pelindung anti-karat sebelum dikirimkan ke pelanggan.
